3 Bencana yang sering terjadi di Indonesia dan cara untuk menanggulanginya

Share This :  

Share on twitter
Share on facebook
Share on whatsapp

Berlokasi di Cincin Api Pasifik, Indonesia harus selalu awas dengan bencana, resiko dan siap dengan solusi terbaik untuk menanggulangi bencana

Menurut Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen TNI Doni Monardo, bencana alam puting beliung, banjir serta longsor termasuk tipe bencana yang paling banyak melanda wilayah Indonesia. Tahun 2019, kejadian puting beliung naik signifikan, ada 628 kejadian, lalu banjir 446 kejadian dan longsor 434 kejadian.

Bencana alam lain yang sering terjadi di Indonesia adalah kebakaran hutan dan lahan (Karhutla). “Karhutla 56 (kasus), kenapa ini terjadi? Akibat ada perubahan iklim dan intensitas hujan tinggi akhir akhir ini,” tegasnya.

Menurut dia, sudah saatnya para kepala daerah bersama aparatur memberikan perlindungan bagi masyarakat melalui mitigasi bencana untuk mengurangi risiko bencana. “Pelayanan publik yang paling baik bukan soal pelayanan administrasi namun berusaha melindungi nyawa manusia dari dampak bencana,” tegasnya.

Doni berpendapat, dalam mitigasi bencana, pembangunan infrastruktur dan kawasan pemukiman perlu mempertimbangkan risiko. Pasalnya, jika sudah terkena bencana, biaya yang dikeluarkan tahap rekontsruksi dan rehabilitasi tidak sedikit.

“Sudah saatnya pembangunan selalu berorientasi pada kebencanaan dan menerima masukan dari pakar.”

Sementara itu, Deputi Bidang Geofisika BMKG RI Dr. Ir. Muhamad Sadly, M.Eng, mengatakan, inovasi teknologi untuk meningkatkan kemampuan sistem peringatan dini dalam deteksi bencana menjadi tantangan terbesar. “Kita ingin inovasi agar cepat, tepat, akurat, luas jangkauan, atraktif dan mudah dimengerti,” katanya.

Dia mengatakan, BMKG berencana memasang lebih banyak sistem peringatan dini tsunami dan sensor seismik gempa seiring meningkatnya jumlah frekuensi gempa. “Kita dapat alokasi anggaran sekitar 1 triliun untuk masa tiga tahun untuk alat monitoring sistem informasi gempa bumi dan tsunami,” tandasnya.

Source: https://www.tagar.id/tiga-bencana-alam-sering-terjadi-di-indonesia

Related Post

Bill Gates hingga Jack Ma Sumbang Dana Bantu Korban Corona
Persebaran penyakit COVID-19 atau virus corona semakin meluas. Hingga kini sudah menjangkit 148 negara secara global....
Tik Tok Beri Santunan Rp 100 Miliar untuk Petugas Medis Covid-19 yang Gugur
Satgas Covid 19 menerima sumbangan dari TikTok senilai Rp 100 miliar. Donasi ini ditujukan untuk santunan...
Soft Launching Adexco, Kepala BNPB Harap Indonesia Jadi Laboratorium Manajemen Bencana
Jakarta | Indonesia memiliki sejarah ragam bencana yang memberikan dampak baik korban jiwa dan...
Investasi Bersama Membangun Indonesia sebagai Pusat Pengetahuan dan Teknologi Kebencanaan
JAKARTA – Indonesia memiliki sejarah ragam bencana yang memberikan dampak baik korban jiwa dan...
Kolaborasi Pentahelix Jadi Kunci Penanganan Bencana
Jakarta- Bencana yang datang silih berganti itu sejatinya dapat menjadi pembelajaran bagi Indonesia dan...
Dibalik bencana Tsunami Aceh 2004
Bagaimana Tsunami Aceh membuka mata dunia soal penanggulangan bencana? Simak kronologis lengkap dan pelajaran...
Berkat pelajaran geografi, seorang gadis Australia jadi pahlawan saat tsunami
Lewat kisah inspiratifnya, ia menyelamatkan lebih dari 100 nyawa saat Tsunami 2004. Baca kisahnya...
BNPB dan Gojek Jalin Kerja Sama Penanggulangan Bencana
Kerja sama ini merupakan upaya konkret BNPB dalam pentaheliks, yaitu pelibatan unsur Lembaga usaha...
Apa saja ancaman bencana yang ada di Indonesia?
Jakarta Pada tahun 2018, Indonesia mengalami berbagai bencana alam. Mulai dari gempa di Lombok,...
BNPB: 20 Tahun Terakhir, Korban Bencana Indonesia Terbanyak Kedua Dunia
Jakarta – Kepala Badan Nasional PenanggulanganBencana (BNPB) Letjen Doni Monardo menyebutIndonesia berada di peringkat...

STAY UPDATED WITH US

Due to concerns over the outbreak of Coronavirus (COVID-19) and in considerations of the health and safety of participants and staff members, we have decided to postpone Adexco exhibition until further notice