Visitor Registration
Conference Registration
ADEXCO
Newsletter
Get involved to our movement
14 December 2022
Official signing ceremony between BNPB and ADEXCO for ADEXCO 2023 Jakarta
A series of activities were carried out on the commemoration of the 2022 Disaster Risk Reduction Month (DRR) in East Kalimantan which took place at the BSCC Dome Balikpapan from 12 - 14 October 2022. This event was opened by the Deputy for Prevention of BNPB and the Main Secretary of BNPB which was attended by all BPBD representatives from 514 districts/cities and 34 provinces throughout Indonesia.

The series of peak commemoration agendas include the signing of a Memorandum of Understanding (MoU) or cooperation agreements with several parties. One of them is the cooperation agreement between the Deputy for Systems and Strategy of BNPB and PT Expoindo Kayanna Mandiri regarding the implementation of the Asia Disaster Management And Civil Protection Expo & Conference (ADEXCO) activity, the signing was signed by the Deputy for Systems and Strategy, Raditya Jati and the Director of PT. Expoindo Kayanna Mandiri Andrian Wanabakti Cader.

BNPB and ADEXCO are committed to realizing a disaster-resilient Indonesia for sustainable development through exhibitions and conferences related to disasters with the theme "Reinforce our Future, From Risk to Resilience". With the ADEXCO activity, it is hoped that it can encourage the growth of the disaster industry and make Indonesia a center for disaster solutions in the Asian region.
15 December 2022
Lebih Dahsyat dari Cianjur, Peneliti BRIN Sebut Gempa Magnitudo 7 Intai Bandung
Ancaman gempa yang lebih dahsyat dari Cianjur tengah mengintai wilayah Bandung. Gempa tersebut diperkirakan berkekuatan 6,5 - 7 magnitudo akibat Sesar Lembang.

"Sesar Lembang membentang sejauh 29 Km dari Padalarang sampai Palintang. Ketika retakan bergerak, maka menghasilkan gelombang kejut yang menyebar ke segala arah di wilayah Bandung Raya," kata Peneliti Geologi BRIN Mudrik Rahmawan Daryono dikutip dari tayangan YouTube, Selasa (22/11/2022).

Mudrik mengungkapkan, gempa Sesar Lembang berpotensi terjadi kapan saja, entah itu hari ini atau pun di masa mendatang. Ia pun bersama teman-teman peneliti mengaku terus mengkaji lebih dalam terkait fenomena tersebut.

"Untuk menjawab kapan itu terjadi sangat lah rumit. Ini menjadi tantangan bagi kami para peneliti. Jadi tahapan pertama untuk mengetahuinya adalah mencari tahu dulu dimana jalurnya dan mempelajari lapisan tanah tersebut," paparnya.

Gempa tersebut diperkirakan berkekuatan 6,5 - 7 magnitudo akibat Sesar Lembang.

Lebih lanjut Mudrik mengaku bahwa pihaknya telah berhasil melakukan penggalian di dua lokasi di sekitar Batu Lonceng dan Ciwaruga. Dari penggalian ditemukan bahwa perkiraan recurrent intervalnya itu antara 170 tahun sampai 670 tahun.

"Gempa terakhir pada abad ke-15. Abad ke-15 sampai hari ini sudah sekitar 560 tahun dia menghimpun energinya itu. Sesar Lembang bisa terjadi saat ini atau 100 tahun yang akan datang," ungkap Mudrik.

Ia pun mengimbau masyarakat tak mendirikan bangunan di sekitar Sesar Lembang dengan jarak sekitar 12,5 meter dari kiri dan kanan retakan. Pasalnya, populasi pembangunan akan memberikan nilai risiko yang besar.

https://www.idxchannel.com/news/lebih-dahsyat-dari-cianjur-peneliti-brin-sebut-gempa-magnitudo-7-intai-bandung
16 December 2022
Lebih Dahsyat dari Cianjur, Peneliti BRIN Sebut Gempa Magnitudo 7 Intai Bandung
Ancaman gempa yang lebih dahsyat dari Cianjur tengah mengintai wilayah Bandung. Gempa tersebut diperkirakan berkekuatan 6,5 - 7 magnitudo akibat Sesar Lembang.

"Sesar Lembang membentang sejauh 29 Km dari Padalarang sampai Palintang. Ketika retakan bergerak, maka menghasilkan gelombang kejut yang menyebar ke segala arah di wilayah Bandung Raya," kata Peneliti Geologi BRIN Mudrik Rahmawan Daryono dikutip dari tayangan YouTube, Selasa (22/11/2022).

Mudrik mengungkapkan, gempa Sesar Lembang berpotensi terjadi kapan saja, entah itu hari ini atau pun di masa mendatang. Ia pun bersama teman-teman peneliti mengaku terus mengkaji lebih dalam terkait fenomena tersebut.

"Untuk menjawab kapan itu terjadi sangat lah rumit. Ini menjadi tantangan bagi kami para peneliti. Jadi tahapan pertama untuk mengetahuinya adalah mencari tahu dulu dimana jalurnya dan mempelajari lapisan tanah tersebut," paparnya.

Gempa tersebut diperkirakan berkekuatan 6,5 - 7 magnitudo akibat Sesar Lembang.

Lebih lanjut Mudrik mengaku bahwa pihaknya telah berhasil melakukan penggalian di dua lokasi di sekitar Batu Lonceng dan Ciwaruga. Dari penggalian ditemukan bahwa perkiraan recurrent intervalnya itu antara 170 tahun sampai 670 tahun.

"Gempa terakhir pada abad ke-15. Abad ke-15 sampai hari ini sudah sekitar 560 tahun dia menghimpun energinya itu. Sesar Lembang bisa terjadi saat ini atau 100 tahun yang akan datang," ungkap Mudrik.

Ia pun mengimbau masyarakat tak mendirikan bangunan di sekitar Sesar Lembang dengan jarak sekitar 12,5 meter dari kiri dan kanan retakan. Pasalnya, populasi pembangunan akan memberikan nilai risiko yang besar.

https://www.idxchannel.com/news/lebih-dahsyat-dari-cianjur-peneliti-brin-sebut-gempa-magnitudo-7-intai-bandung